Pringsewu, 26 Juli 2026 — Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kepakaran di Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, pada Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat ini memberikan pelatihan kepada pengurus dan anggota PKK Desa Patoman mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal, khususnya air kelapa dan nanas, untuk menghasilkan water kefir, yaitu minuman hasil fermentasi yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim lintas disiplin ITERA yang melibatkan Program Studi Kimia, Farmasi, dan Biologi. Tim diketuai oleh Dr. Fina Khaerunnisa Frima, S.Pd., M.Si., dengan anggota Yulistia Anggraini, M.Si., Yoga Anjas Pratama, M.Pd., Apt. Erga Syafitri, Ph.D., dan Indah Oktaviani, M.Si.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan enam mahasiswa Program Studi Kimia ITERA, yaitu Petrus, Ezra, Kasih, Astri, Ashyfa, dan Greace. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari rekognisi kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan kimia dan sains secara langsung di tengah masyarakat.
Mengangkat Potensi Bahan Lokal Desa Patoman
Ketua Tim PkM, Dr. Fina Khaerunnisa Frima, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari potensi air kelapa yang cukup melimpah di Desa Patoman. Selama ini, air kelapa umumnya dikonsumsi secara langsung sehingga masih terdapat peluang untuk meningkatkan nilai tambahnya melalui pengolahan menjadi produk pangan.
“Air kelapa memiliki kandungan elektrolit dan mineral yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan pangan fungsional. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan lokal yang mudah diperoleh masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi,” jelas Fina.
Dalam pelatihan, air kelapa dikombinasikan dengan nanas sebagai bahan dasar pembuatan water kefir. Proses fermentasi diperkenalkan kepada peserta secara sederhana dan aplikatif sehingga dapat dipahami serta dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat.
Selain praktik pembuatan produk, peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai prinsip fermentasi, pangan fermentasi, serta peran mikroorganisme dalam menghasilkan produk pangan yang memiliki karakteristik dan cita rasa khas.
Mengintegrasikan Ilmu Kimia dengan Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi keilmuan Program Studi Kimia ITERA dalam mendukung pemanfaatan sumber daya lokal dan pengembangan produk berbasis sains.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam menghasilkan water kefir, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai proses kimia dan biologi yang mendasari fermentasi.
Sosialisasi mengenai manfaat pangan fermentasi dan peran probiotik bagi kesehatan pencernaan disampaikan oleh Yulistia Anggraini, M.Si. Materi diberikan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya proses pengolahan pangan yang tepat serta potensi pengembangan produk fermentasi.
Sekitar 20 pengurus dan anggota PKK Desa Patoman mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses pembuatan secara langsung sehingga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Berpotensi Dikembangkan Menjadi Produk Usaha
Pemanfaatan bahan baku lokal menjadi salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Menurut Fina, pengolahan air kelapa dan nanas menjadi water kefir dapat menjadi alternatif diversifikasi produk pangan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha rumah tangga.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Produk berbasis bahan lokal seperti water kefir memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi kualitas produk, pengemasan, maupun aspek kewirausahaan,” tambahnya.
Koordinator PKK Desa Patoman yang diwakili oleh Maryati menyambut baik kegiatan tersebut. Pihak PKK menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan keterampilan yang diperoleh dan mengembangkan pemanfaatan potensi bahan lokal sebagai peluang usaha bagi masyarakat.
Kegiatan PkM ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA Tahun Anggaran 2026.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Kimia ITERA terus mendorong penguatan kontribusi ilmu kimia dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan kegiatan pemberdayaan yang berkelanjutan serta mendukung pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.