Lampung Selatan – Sebanyak 61 siswa SMA/SMK dari 19 sekolah di Provinsi Lampung mengikuti kegiatan Chemistry Open Lab yang diselenggarakan Program Studi Kimia, Fakultas Sains, Institut Teknologi Sumatera (Itera), di Laboratorium Kimia Itera, Sabtu, 24 Oktober 2026. Para peserta terpilih dari 390 pendaftar yang antusias mengikuti kegiatan praktikum kimia secara langsung.
Mengusung tema “Kimia Terapan: Dari Ilmu Menjadi Produk Nyata”, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan ilmu kimia melalui berbagai eksperimen sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta dibagi menjadi 12 kelompok dan mengikuti empat kegiatan praktikum, yaitu pembuatan parfum padat, demonstrasi reaksi redoks chemical traffic light, pembuatan tulisan tersembunyi menggunakan indikator kunyit, serta pembuatan sabun cair berbasis Methyl Ester Sulfonate (MES).
Koordinator Program Studi Kimia Itera, Dr. Abdul Aji, S.Si., menyampaikan bahwa tingginya jumlah pendaftar menunjukkan antusiasme siswa untuk mengenal ilmu kimia melalui pengalaman praktik secara langsung. Dari total 390 pendaftar, sebanyak 61 siswa dapat diakomodasi dengan mempertimbangkan kapasitas fasilitas laboratorium.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Terdapat 390 siswa yang mendaftar, tetapi dengan mempertimbangkan kapasitas laboratorium, kami dapat mengakomodasi 61 peserta,” ujar Pak Abdul Aji.
Menurutnya, Chemistry Open Lab tidak hanya bertujuan memperkenalkan konsep dan penerapan ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memberikan gambaran mengenai potensi ilmu kimia dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Sebelum mengikuti praktikum, peserta memperoleh pengenalan mengenai Program Studi Kimia Itera, kurikulum pembelajaran, serta profil lulusan dan peluang karier di bidang kimia.
Selama sesi praktikum, peserta diajak mengamati berbagai fenomena kimia secara langsung. Pada demonstrasi chemical traffic light, siswa menyaksikan perubahan warna larutan indigo carmine dari hijau menjadi merah, kemudian kuning, dan kembali hijau setelah larutan dikocok. Sementara itu, pada eksperimen indikator kunyit, peserta mempelajari perubahan warna akibat reaksi dengan larutan basa yang dimanfaatkan untuk membuat tulisan tersembunyi.
Tidak hanya melakukan pengamatan, siswa juga berkesempatan menghasilkan produk melalui praktik pembuatan parfum padat dan sabun cair. Dengan demikian, peserta dapat melihat bagaimana konsep kimia yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan dalam proses pembuatan produk sehari-hari.
Salah satu peserta, Sabiyaa Maharani dari SMA Negeri 5 Bandar Lampung, mengaku paling tertarik dengan praktik pembuatan parfum padat. Ia menceritakan pengalaman mencampurkan beeswax dengan bahan pewangi hingga menghasilkan parfum yang dapat dibawa pulang.
“Beeswax-nya diaduk lalu dicampur pengharum, dan jadilah parfum. Kakak-kakaknya juga baik dan friendly banget,” ujar Sabiyaa. Ia berharap dapat kembali mengikuti kegiatan serupa pada tahun mendatang.
Adapun 19 sekolah yang berpartisipasi dalam kegiatan Chemistry Open Lab 2026 meliputi MAN 1 Bandar Lampung, SMA Al-Huda Jati Agung, SMA Islam Nazhirah, SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Bandar Lampung, SMA Negeri 1 Bandar Sribhawono, SMA Negeri 1 Seputih Agung, SMA Negeri 1 Terusan Nunyai, SMA S YP Unila, SMA Negeri 1 Jati Agung, SMA Negeri 5 Bandar Lampung, SMK Muhammadiyah 1 Pringsewu, SMK Azza Wa Jalla, SMK Negeri 2 Metro, SMK SMTI Bandar Lampung, SMK Negeri 7 Bandar Lampung, SMK Negeri 8 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 3 Bandar Lampung.
Melihat tingginya antusiasme pendaftar dan respons positif dari peserta, Program Studi Kimia Itera berencana menjadikan Chemistry Open Lab sebagai kegiatan rutin tahunan. Melalui kegiatan ini, Prodi Kimia Itera berharap dapat terus menghadirkan ruang belajar sains yang interaktif bagi siswa SMA/SMK, menumbuhkan ketertarikan terhadap ilmu kimia, serta memperkenalkan pendidikan tinggi dan peluang pengembangan ilmu kimia kepada generasi muda.
(Rilis/Prodi Kimia Itera)